DIGUNAKAN SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DAN EDUKASI

PRINGSEWU – RSUD Pringsewu menyediakan ruangan yang digunakan secara khusus bagi pasien thalasemia yang rutin melaksanakan kontrol di RSUD Pringsewu.

Bersama dengan Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) cabang Pringsewu bersama Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP) yang memiliki latar belakang guru dan tenaga kesehatan secara bahu membahu menghibur, mengedukasi, serta memberikan pendampingan pendidikan kepada anak-anak pasien Thalasemia.

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Penderita Thalasemia harus melakukan transfusi darah secara rutin tiap bulan.

Karena hal tersebut anak-anak thalassemia sering meninggalkan bangku sekolah, sehingga membuat mereka tertinggal mengikuti pelajaran sekolah.

Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) cabang Pringsewu bersama Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP) memberikan pendampingan belajar untuk pasien Thalassemia di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, sebagai upaya untuk meminimalisir ketertinggalan pelajaran anak-anak penderita Thalasemia.

Sangidun, ketua Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) cabang Pringsewu berharap dengan adanya dengan program pendampingan ini akan dapat membantu anak -anak yang sakit dalam belajar karena banyak pelajaran yang tertinggal.

Ketua Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP), Teguh Setiawan mengatakan kegiatan ini setidaknya menghibur anak-anak agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Puryadi menyambut baik kegiatan pendampingan belajar terhadap anak-anak thalassemia tersebut.

Sementara itu H. Fauzi, Wakil Bupati Pringsewu yang juga Penasehat Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP) mengapresiasi kegiatan sosial ini.

“Ini adalah kegiatan yang mulia dan sangat bermanfaat, semoga semakin banyak lagi yang terketuk hatinya untuk berbuat baik dalam upaya mengurangi penderitaan orang lain.

Fauzi berpesan agar para penderita Thalasemia dapat tetap semangat dalam menjalani proses perawatan dan proses transfusi darah. Wakil Bupati menambahkan bahwa semoga melalui program pendampingan belajar ini anak- anak penderita Thalasemia tidak tertinggal pelajaranya. (*/rsudpringsewu/it/zk/ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *